Tiga Guru SMKN Mojoagung Terima Satyalancana Karya Satya di Grahadi

Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur

Surabaya – Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan mereka dalam melaksanakan tugas selama 10, 20, atau 30 tahun secara terus-menerus. Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI, tiga guru SMKN Mojoagung menjadi bagian dari penerima penghargaan tersebut.

Bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (13/8/2025), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan langsung tanda kehormatan kepada para PNS penerima. Adapun dari SMKN Mojoagung, yakni Dra. C. Nanik Windrawati, M.M., menerima Satyalancana Karya Satya XXX (30 tahun pengabdian), Nasyiatul Aisyah, S.Pd., dan Maulana Rahmad Waskito, S.Pd. menerima Satyalancana Karya Satya X (10 tahun pengabdian). Kegiatan tersebut berlangsung secara khidmat dan tentu membawa kesan bagi para PNS penerima.

Dengan balutan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) bagi PNS laki-laki dan kebaya nasional bagi PNS perempuan, ketiga guru SMKN Mojoagung tersebut tampil penuh wibawa saat menerima penghargaan. Penyematan tanda kehormatan ini menjadi bukti nyata loyalitas dan konsistensi guru-guru SMKN Mojoagung dalam mendidik generasi bangsa hingga menjadi generasi yang bermartabat. Hal ini sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea Keempat.

Salah satu guru penerima Satyalancana, Pak Maulana, menyampaikan pesan dan kesannya. Di era digitalisasi, kita harus memiliki attitude yang baik dengan cara mengurangi komentar di media sosial yang kurang produktif. Dengan memperoleh Satyalancana ini, saya merasa lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dan terus berkontribusi bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Bagi SMKN Mojoagung, anugerah ini tidak sekadar kebanggaan institusi, tetapi juga pengingat bahwa profesi guru adalah panggilan jiwa yang menuntut pengabdian sepanjang hayat. [humas]

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *