Di ruang laboratorium komputer SMKN Mojoagung, suasana pagi itu terasa agak dingin, bukan lantaran pendingin udara yang bekerja keras, tetapi juga karena sedikit ketegangan yang merayapi setiap wajah para murid peserta tes. Tangan-tangan cekatan yang biasanya terampil menulis pelajaran dan tugas di kelas, kini terdiam di atas tetikus dan papan ketik. Layar monitor di hadapan mereka menampilkan soal-soal Tes Kemampuan Akademik (TKA)—sebuah gerbang digital yang tidak hanya menguji kemampuan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris; tetapi juga memetakan potensi mereka menuju jalur perguruan tinggi atau dunia kerja.
Selama dua hari penuh, SMKN Mojoagung menjadi salah satu pusat pengukuran capaian akademik di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah pertaruhan besar bagi masa depan seluruh murid.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/sederajat diselenggarakan secara ketat dengan tiga gelombang utama: 3-4 November, 5-6 November, dan 8-9 November. Adapun SMKN Mojoagung sebagai salah satu penyelenggara tes memperoleh jatah gelombang pertama yang terbagi menjadi tiga sesi harian yang padat, dimulai dari Sesi 1 pukul 07.00-10.00 WIB. Sesi 2 pukul 09.30-13.00 WIB. Sesi 3 pukul 12.30-16.00 WIB.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 yang menekankan bahwa TKA adalah kegiatan pengukuran capaian akademik yang terfokus pada kompetensi esensial mata pelajaran tertentu. Bagi siswa SMK, tes ini menjadi tantangan unik karena mereka harus menyeimbangkan materi umum (seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika di hari pertama) dengan materi kejuruan dan mata pelajaran pilihan di hari kedua.

Dari pantauan di Lab Komputer, ruangan penuh deretan komputer dengan CPU yang menyala dengan cahaya yang mumpuni, menunjukkan kesiapan infrastruktur sekolah. Para siswa tampak fokus di depan layar monitor mereka. Ruangan yang bersih dengan pencahayaan yang cukup, lengkap dengan AC, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk konsentrasi tinggi.
Integritas dan Keterlibatan Penuh
Keberhasilan logistik TKA di SMKN Mojoagung patut memperoleh apresiasi tinggi. Data menunjukkan 100% murid SMKN Mojoagung mengikuti kegiatan ini, menunjukkan kesadaran kolektif siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah.
Integritas tes menjadi prioritas utama. Untuk memastikan hasil yang objektif, pengawas TKA berasal dari sekolah lain. “Kehadiran guru dari sekolah luar sebagai pengawas memastikan bahwa integritas tes dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Tidak ada toleransi untuk kecurangan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Sementara para pengawas yang berasal dari sekolah lain (SMKN Wonosalam), menjaga ketertiban pelaksanaan tes; sementara dari sisi teknis, teknisi dan proktor—yang merupakan guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari SMKN Mojoagung sendiri—siaga penuh. Tugas mereka sangat krusial: memastikan jaringan internet dan perangkat komputer bekerja tanpa cela. Hal ini terbukti efektif, karena laporan menunjukkan tidak ada kendala teknis yang berarti selama pelaksanaan tes, sebuah capaian signifikan mengingat kompleksitas pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Makna TKA bagi Murid Vokasi
Bagi murid vokasi, TKA memiliki makna ganda. Selain mengukur capaian akademik sebagai bagian dari evaluasi internal, hasil tes ini juga menjadi salah satu bahan pertimbangan penting untuk masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tentu bagi mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri impian.
TKA memaksa siswa SMK untuk tidak melupakan dasar-dasar ilmu umum. Mereka harus membuktikan bahwa meskipun fokus pada praktik kejuruan, kemampuan literasi dan numerasi mereka tetap solid—keterampilan yang sangat perlu di industri modern.

Pada sesi pengawasan atau briefing, terlihat jelas wajah-wajah serius para guru pengawas dan panitia yang mengenakan batik. Sesi ini menegaskan komitmen para pendidik untuk menjamin kelancaran dan integritas proses, menunjukkan bahwa suksesnya TKA adalah hasil kolaborasi antara manajemen sekolah dan profesionalisme guru. Tentu saja dari pemerintah pusat pula.
TKA yang Berkesan
Ketika sesi terakhir usai, para murid keluar dari laboratorium dengan wajah lega bercampur harap. Lelah menjalani tes yang berlangsung selama berjam-jam terbayar dengan perasaan lega telah menyelesaikan satu tahap penting dalam hidup mereka.
TKA di SMKN Mojoagung bukan hanya tentang mengukur nilai, tetapi juga tentang menyiapkan mental murid. Proses ini menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan ini berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara vokasi, tetapi juga memiliki bekal akademik yang kuat, siap untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja dengan percaya diri. Inilah investasi literasi dan numerasi yang sesungguhnya: membuka seluas-luasnya pintu masa depan bagi setiap generasi penerus bangsa, sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945. [humas]















