oleh : Putri Fira Abdianti Ramadhani (Murid Kelas XI MP 3)
Aku adalah suara
Terlahir dari satu jiwa
berkelana ke ruang-ruang sederhana
diiringi denting gamelan setia
sejak awal aku belajar nada
menyusun irama demi irama
seandainya suaraku menjelma paling merdu
atau langkahku tak lagi ragu
mungkin, nyanyianku takkan karam
ditelan gelombang riuh zaman
tak hanya menjadi saksi
sebelum waktu menghapus kami
Di luar sana
kritik bergema memekakkan telinga
berebut hidup dalam detik lalu mati pada hitungan jam
menyisakan hal tak berguna
viral sementara lalu hilang tanpa makna
yang lama kian tersisih
tergerus gemerlap tak berakar
aku dan kau hanya diam
sibuk sendiri hingga tak sadar sudah banyak orang mati
timur masih bergelora
barat terus membara
Teranyam bahasa tak sama
Namun tetap satu: Indonesia
dengan tertatih-tatih, aku datang
membawa suara bagi mereka
tenggelam jauh pada bising dunia
atau sengaja dibungkam oleh tangan-tangan berkepentingan
rela menukar kebenaran demi sekadar keuntungan
di padamkan perlahan
dipaksa hilang hingga tak tahu jalan pulang
aku tak ingin menjadi petir
apalagi halilintar
cukup menjadi cahaya kecil
tak megah namun selalu ada
aku hanyalah sinden kecil
pejuang budaya bangsa
tetap menyalakan rasa,
meski terkikis gemerlap nada dunia
diolok berbagai arah
namun aku tetap menjalaninya
akulah pejuang nada sesungguhnya
pembawa kisah-kisah manusia
yang percaya bisa menyelamatkan dunia
namun, dunia tak lagi ingin mendengar
bahkan saat paling jujur pun akan tenggelam
ternyata semua sama, hingga hilang tak pernah ada.
(April 2026)















