Mojoagung, Jombang – Pendidikan tidak melulu tentang ruang kelas. Belajar di luar ruang alternatif yang memungkinkan. Pada Jumat, 24 Oktober 2025, SMKN Mojoagung membuktikan hal itu dengan menggelar kegiatan kokurikuler bertema “Petualangan Ruang Karya, Menembus Batas Imajinasi”. Ratusan murid kelas X dan XI terlibat dalam sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan penuh makna, mengubah lingkungan sekolah menjadi arena eksplorasi kreatif.

Inovasi Pembelajaran Melalui Konsep ‘Petualangan Misi’
Kegiatan kokurikuler adalah kategori pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam atau memperkaya materi pelajaran utama (intrakurikuler) melalui kegiatan di luar jam pelajaran. Di SMKN Mojoagung, konsep ini diimplementasikan dengan sangat kreatif. Murid diharuskan menyelesaikan serangkaian ‘misi’ di berbagai stan yang tersebar di dua lokasi utama: Aula dan Lapangan Basket.
- Pusat Bahasa dan Apresiasi Seni: Aula menjadi pusat kegiatan yang menampilkan stan-stan interaktif seperti Bahasa dan sejenisnya. Di sini, siswa dapat mempraktikkan keterampilan berbahasa dan mengapresiasi karya seni, menonton video dengan tema tertentu, termasuk pameran kreatif seperti yang terlihat pada dekorasi dinding.
- Ruang Kewirausahaan dan Keahlian: Lapangan Basket menjadi area yang ramai dengan Stan Jurusan dan Stan Wirausaha (KWU) Kelas XII. Siswa kelas X dan XI berinteraksi langsung dengan produk kreatif yang dibuat oleh kakak kelas mereka, melihat peta kurikulum yang disajikan secara visual menarik, serta mempelajari potensi bisnis dari keahlian yang mereka pelajari. Ada juga stan cek kesehatan gratis yang turut meramaikan kegiatan ini.

Tak Sekadar Berburu Stempel
Setiap murid ditantang untuk mengunjungi stan yang telah ditentukan, melaksanakan proyek, atau menyelesaikan misi yang diberikan oleh guru pendamping di setiap stan. Apresiasi atas keberhasilan misi tersebut dibuktikan dengan pemberian stempel dan reward tertentu. Jika seluruh misi berhasil diselesaikan dan stempel terkumpul lengkap, murid dianggap berhasil menamatkan ‘Petualangan Ruang Karya’.
Sistem ini terbukti membangkitkan semangat belajar murid dan rasa antusiasme yang tinggi. Mereka tidak lagi hanya menerima teori di kelas, tetapi secara aktif mempraktikkan pengetahuan, menunjukkan output dari pembelajaran, dan menerima apresiasi langsung atas kerja kerasnya. Konsep seperti ini memastikan bahwa pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai dan materi yang diterima menjadi lebih melekat.

Kokurikuler: Jembatan Menuju Kompetensi Holistik
Kegiatan kokurikuler seperti ini memiliki manfaat besar, di antaranya menanamkan keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, dan kemampuan presentasi. Model pembelajaran yang diterapkan oleh SMKN Mojoagung ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang holistik.
Kegiatan ini tidak hanya merayakan hasil karya murid melalui konsep Pembelajaran Mendalam yang telah dicanangkan awal tahun 2025, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa setiap mata pelajaran dan setiap keahlian memiliki potensi untuk diubah menjadi karya nyata yang bermanfaat. Dengan demikian, “Setiap karya murid perlu mendapat tempat dan apresiasi yang tinggi. Bukan malah mendiskreditkan karya mereka. Sekecil apapun itu,” ujar Kepala SMKN Mojoagung, Panca Sutrisno, S.Pd., M.Si., ketika membuka kegiatan kokurikuler ini.
Inilah semangat yang diusung oleh SMKN Mojoagung dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten sesuai konsentrasi keahliannya, tetapi juga kreatif dan imajinatif di bidang lain. [humas]















