oleh : Muhammad Firdaus Rahmatullah, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia SMKN Mojoagung)
Perundungan di sekolah adalah masalah global yang mempengaruhi banyak anak dan remaja di seluruh dunia. Menurut UNESCO, satu dari tiga siswa mengalami kekerasan dan perundungan di sekolah setidaknya sekali sebulan, dan satu dari 10 siswa menjadi korban perundungan siber.
Perundungan sering tidak hanya dilakukan oleh teman sebaya, dalam beberapa kasus guru dan staf sekolah lainnya diyakini bertanggung jawab. Hukuman fisik masih diperbolehkan di sekolah di beberapa negara. Menurut sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam International Journal of Bullying Prevention, perundungan oleh guru terhadap siswa terjadi dalam konteks sekolah di seluruh dunia dengan berbagai cara dan tingkat. Beberapa siswa mengalami perundungan psikologis, seperti diejek di depan seluruh kelas atau dipanggil dengan nama yang menyakitkan. Lainnya mengalami perundungan fisik dalam bentuk lengan mereka diremas keras, ditahan atau didorong oleh guru mereka.
Namun, perundungan juga bisa terjadi sebaliknya, yaitu oleh murid terhadap guru. Meskipun informasi tentang topik ini agak sulit ditemukan, tetapi ada bukti bahwa hal ini juga merupakan masalah yang harus diperhatikan.
Perundungan, baik oleh guru terhadap murid maupun sebaliknya, dapat memiliki dampak negatif yang serius pada kesehatan fisik dan mental, prestasi akademis, keluar dari sekolah, dan rasa sejahtera di masa dewasa. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengatasi perundungan di sekolah.
Untuk mencegah perundungan oleh guru terhadap murid, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: (1) Melakukan pelatihan bagi guru tentang cara-cara mengelola kelas dengan baik tanpa harus menggunakan kekerasan atau perilaku merendahkan; (2) memberikan dukungan kepada siswa yang mengalami perundungan oleh guru melalui layanan konseling atau dukungan dari staf sekolah lainnya; (3) menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap perundungan oleh guru dan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka yang melanggar.
Untuk mencegah perundungan oleh murid terhadap guru, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: (1) melakukan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menghormati otoritas guru dan perlunya menjalin hubungan yang baik dengan mereka; (2) memberikan dukungan kepada guru yang mengalami perundungan oleh murid melalui layanan konseling atau dukungan dari staf sekolah lainnya; (3) menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap perundungan oleh murid dan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka yang melanggar.
Selain itu, penting juga untuk mempromosikan budaya positif di sekolah yang menekankan pada saling menghormati dan mendukung antara semua anggota komunitas sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui program-program seperti pendidikan karakter, pelatihan keterampilan sosial dan emosional, serta kegiatan-kegiatan yang mempromosikan kerjasama dan persahabatan antara siswa.
Semoga artikel ini memberikan wawasan tentang masalah perundungan oleh guru terhadap murid dan murid terhadap guru berdasarkan peristiwa saat ini serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya. Dengan demikian, peristiwa tersebut tidak sampai berulang di beberapa tempat dan varian sehingga tidak lagi muncul korban-korban baru lagi. [MFR]















